Arsip Tag: kanker dan kehamilan berisiko

Kanker Payudara Dipicu Hormon Estrogen, Amankah Jika Pasien Hamil?

Kanker Payudara Dipicu Hormon Estrogen, Amankah Jika Pasien Hamil?

Rasa-rasanya tidak ada seorang perempuan menikah yang tidak ingin punya momongan. Karena itu, kehamilan bagi pasangan menikah umumnya selalu ditunggu-tunggu. Tapi bagaimana jika perempuan yang sudah menikah terkena kanker payudara yang penyebarannya dikarenakan hormon estrogen atau hormonal dependent, amankah jika yang bersangkutan hamil?

dr Drajat R. Suardi Sp. B(K) ONK – FICS, dokter spesialis bedah onkologi, menuturkan kanker payudara yang menyebar akibat hormon estrogen, memang perlu dikendalikan estrogennya. Caranya bisa dengan radiasi, operasi pengangkatan indung telur, atau pemblokingan hormon estrogen dengan injeksi.

Nah, penanganan kanker payudara ini umumnya mengganggu kesuburan. Tapi bukan berarti perempuan dengan kanker payudara hormonal dependent serta-merta tidak bisa hamil.

“Setelah terapi selesai, kesuburan tidak terganggu bisa saja terjadi. Banyak yang kemudian hamil setelah selesai terapi. Walaupun memang ada risikonya jika kanker payudaranya hormonal dependent,” ujar dr Drajat.

Risiko yang dimaksud dr Drajat adalah kekambuhan penyakit kanker tersebut, karena meningkatnya estrogen pada saat kehamilan. Karena itu, pasien yang hamil akan terus berada di bawah pengawasan dokter. Sementara itu pada beberapa kasus, pasien kanker payudara akibat hormonal dependent yang melakukan kemoterapi menghadapi dampak tertekannya ovarium. Jika ovarium lemah, maka yang bersangkutan tidak akan hamil.

dr Drajat menyarankan bagi perempuan pasien kanker payudara akibat hormonal dependent menjalani program hamil pada dua tahun setelah terapi.

Lantas bagaimana jika pasien ingin melakukan program bayi tabung? “Kadang supaya subur lalu dibantu dengan tambahan hormon. Ini bisa bahaya karena bisa kambuh kembali. Seperti tanaman kan kalau diberi pupuk bisa subur. Nah tambahan hormon ini bisa jadi seperti pupuk,” terang dokter yang berpraktik di Melinda Hospital dan RS Borromeus Bandung ini.

“Jadi kalau misal yang bersangkutan ingin hamil, lebih baik pakai cara yang alamiah saja,” imbuh dr Drajat.

(Sumber: health.detik.com)