Arsip Kategori: Uncategorized

Menyusui Saat Hamil, Kenapa Harus Takut? Perhatikan 3 Kondisi Ini

Banyak pasangan yang menanti kehadiran sang buah hati dalam kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu kehamilan merupakan salah satu anugerah terindah yang dialami oleh seorang wanita yang sudah berkeluarga. Namun pada kondisi tertentu kehadiran calon bayi dalam rahim seorang wanita dapat menjadi hal yang menakutkan.

Yap! Ketika si calon adik muncul saat sang ibu masih menyusui si kakak. Pasti perasaan campur aduk dirasakan ya. Perasaan bahagia karena akan dikaruniakan seorang bayi lagi dalam kehidupan rumah tangga, di lain sisi muncul ketakutan karena khawatir tidak dapat menyusui si kaka yang masih membutuhkan ASI.

Para ibu yang mengalami kehamilan ketika masih menyusui tentu tidaklah mudah. Tubuh setiap Ibu hamil berbeda-beda. Selain itu harus memperhatikan kondisi calon adik juga. Sebenarnya menyusui saat hamil diperbolehkan selama tidak terjadi indikasi. Indikasi medis yang mungkin terjadi ketika menyusui saat hamil adalah munculnya kontraksi yang dapat berakibat fatal keguguran pada janin.

Selain itu payudara akan menjadi lebih sensitif dan tentu akan berakibat kepada psikologis sang ibu yang harus menahan sakit setiap kali menyusui. Apabila ingin menyusui saat hamil perhatikan beberapa faktor dibawah ini :

1. Kondisi fisik dan psikologi sang ibu

Saat hamil sang ibu membutuhkan energi yang lebih banyak, sedangkan saat menyusui energi yang dibutuhkan oleh sang ibu lebih banyak dibandingkan saat hamil.  Selain itu sang ibu juga memiliki tugas dan kewajiban mengurus si Kaka. Nah,bayangkan moms kalau kita menyusui saat hamil energi yang dibutuhkan oleh sang ibu sangat banyak. Perbanyaklah konsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan sang Ibu dan mendukung perkembangan janin sekaligus menghasilkan ASI yang berkualitas bagi si Kaka.

Tidak hanya fisik loh yang harus diperhatikan, karena psikologi sang Ibu pun pasti terkena dampak dari NWP (Nursing While Pregnant) ini. Psikologi ibu yang menjadi moody saat hamil dapat berdampak bagi calon Adik dan si Kaka. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang terdekat seperti suami, orang tua, mertua ataupun saudara agar tidak terlalu stress dalam menghadapi kondisi seperti ini.

Setiap janin dalam rahim setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda. Selalu lakukan pengecekan rutin ke tenaga medis saat menjalani NWP (Nursing While Pregnant). Selama perkembangan janin baik dalam pantauan dokter atau bidan, silahkan saja moms melanjutkan menyusui si Kaka. Tetap perhatikan asupan makanan agar dapat memberikan yang terbaik untuk calon adik.

3. Kondisi calon kakak

Rentang usia batita yang dianjurkan mengkonsumsi ASI adalah mulai rentang usia 0 hingga 24 bulan. Nah, kalo si kakak sudah melewati masa 6-12 bulan artinya sudah mendapat asupan tambahan dari makanan dan minuman. ASI pun sebagai pelengkap kebutuhannya dapat dibantu dengan jus buah dan air putih. Apabila si kakak sudah lebih dari 12 bulan mulai dapat dikenalkan dengan UHT. Namun menyusui tidak hanya sekedar memenuhi asupan gizi untuk anak tetapi sebagai bonding antara seorang ibu dan anak.

Setiap ibu selalu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Karena sebab itulah menyusui saat hamil bukan hal yang menakutkan selama menjalani kontrol rutin sesuai jadwal dengan dokter ataupun bidan. Walaupun ada rambu yang harus diperhatikan, tetapi menyusui saat hamil juga memiliki dampak positif bagi ibu dan buah hati.

Ikatan antara ibu, kaka dan calon adik akan terbangun, sang ibu dapat memanfaatkan momen menyusui calon kaka untuk mengenalkan tentang adiknya sejak dalam kandungan. Produksi ASI sang ibu untuk calon adikpun akan menjadi lebih deras. Jadi, jangan takut menyusui saat hamil, demi calon kakak dan adik.

Untuk meningkatkan produksi ASI dan menjaga kondisi tubuhmu, kamu wajib mengonsumsi makanan-makanan bergizi yang sehat. Misalnya saja berkala mengonsumsi susu, sayuran hijau, kurma, dan telur. Bahan-bahan makanan inilah yang harus ters menerus kamu konsusmsi selama masa menyesui dan mengandung lagi.

Jangan sampai kamu kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan tubuhmu ya. Selain itu kamu juga perlu dukungan dari suamimu. Biasanya kondisi fisik dan emosimu akan menjadi lebih lemah makanya suamimu perlu mendukungmu. Tenang saja kondisi ini tidak perlu kamu takuti kok jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter.

sumber : www.shopback.co.id